Demi Ibadah, Pesepakbola ini ‘Pensiun Dini’


Usai memperkuat PSMS Medan di kancah Indonesia Premier League (IPL), Fadli Hariri mengambil keputusan besar.

Ia memutuskan gantung sepatu, mengakhiri karier sebagai pesepakbola profesional. Padahal, usianya baru 27 tahun.

Kenapa Fadli memutuskan berhenti bermain? Padahal, usianya masih memungkinkan ia untuk merumput beberapa tahun lagi. Fadli juga diketahui tidak menderita cedera kambuhan. Jawabannya agak mencengangkan.

Pemain yang yang pernah dipanggil mengikuti Pelatnas Timnas Indonesia untuk ajang SEA Games dan Asian Games (2005 dan 2006), mengaku telah kehilangan Baca lebih lanjut

Iklan

Kolo Toure Menikah di Masjid


Bek Manchester City Kolo Toure dikenal sebagai pesepakbola beragamam Islam yang taat menjalani ibadahnya sebagai seorang muslim. Tak heran ketika ia melangsungkan pernikahan, Kolo melangsungkannya di sebuah masjid.

Ya, mungkin sedikit yang mengetahui jika pemilik nama lengkap Kolo Habib Toure melangsungkan pernikahan usai mengantarkan City menyabet gelar Liga Primer Inggris akhir musim lalu. Bertempat di ibu kota Pantai Gading, Abidjan, Kolo menikahi tunangannya, Chimene Akassou, Kamis, 14 Juni 2012.

Dikutip Onlinenigeria.com, resepsi pernikahan religius itu di gelar di Baca lebih lanjut

The Rising Star Muslim FC Bayern Muenchen ini Tak Segan Berdo’a


Karier Xherdan Shaqiri musim ini mulai melejit. Keputusannya pindah ke Bayern Muenchen dari FC Basel merupakan pilihan tepat. Bersama the Bavarians, Shaqiri mendapat tempat utama.

Ia mampu memikat pelatih Jupp Heynckes lantaran memiliki kecepatan dan olah bola bagus hingga menjadi pilihan utama di posisi sayap. Tidak salah manajemen Muenchen memberi kontrak empat tahun kepadanya lantaran diprediksi menjadi bintang masa depan Die Rotten.

Pemain yang memulai karier junior bersama SV August itu dilahirkan di Baca lebih lanjut

Muslim Jerman Mengelola Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Dunia


Islam adalah agama yang memuliakan lingkungan. Tak hanya dengan berceramah saja di mimbar, ulama dan Muslim di kota kecil Norderstedt, Jerman, menerjemahkannya dalam karya nyata: masjid ramah lingkungan.

Listrik masjid, dihasilkan dari energi terbarukan; pembangkit listrik mini bertenaga angin. Menara masjid, selain difungsikan sebagai ‘rumah’ pengeras suara, juga dipasang kincir angin yang tersambung dengan turbin pembangkit di bawahnya.

“Kami berpikir tentang bagaimana kita bisa menggabungkan elemen simbolis penting dari arsitektur religius dan memanfaatkannya dengan fungsi baru,” kata arsitek Selcuk Unyilmaz, seperti dimuat harian The National edisi Kamis.

Norderstedt adalah sebuah kota kecil dekat Hamburg. Muslim di kota ini sebagian besar beretnik Turki. Beberapa datang dari Asia dan Afrika.

Masjid ini memiliki dua menara. Artinya, akan ada dua turbin yang terpasang. Di atas dua menara setinggi 22 meter itu, angin ‘ditangkap’ oleh dua baling-baling besar. Turbin ini bertujuan untuk menghasilkan 30 persen dari kebutuhan energi masjid.

“Fungsi menara dalam pengertian klasik sudah surut di Eropa karena muadzin tidak menyuarak adzan mereka melalui pengeras suara lagi,”  kata Unyilmaz.

Menghemat dana, menara dimanfaatkan sebagai tiang kincir. Kini, jamaah menikmati listrik dengan gratis, karena tak perlu membayar biaya langganan.

“Lingkungan merupakan isu penting saat ini, jadi ini masuk akal,” kata Unyilmaz.

Kanselir Jerman Angela Markel telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan pangsa pembangkit listrik terbarukan untuk 80 persen tahun 2050, dari 17 persen yang ada saat ini. “Setiap warga Jerman memiliki kewajiban untuk melindungi lingkungan, dan menyukseskan program ini” kata Unyilmaz.

Jerman memiliki  4,3 juta Muslim,  sekitar 5 persen dari populasi yang total berjumlah 82 juta jiwa.

Ada sekitar 200 masjid yang saat ini dalam pembangunan atau yang sedang direncanakan di Jerman.Semua akan dibangun dengan konsep ramah lingkungan.

Muslim Jerman sekarang tengah mengumpulkan 2,5 juta euro yang diperlukan untuk pembangunan masjid. “Kita harus menutupi semua melalui sumbangan,” kata Ugur Sutcu, anggota dewan jemaat. “Jika kita berhasil menaikkan setengah, bank akan memberikan sisa pendanaan.”

Sutcu mengatakan bahwa masjid baru sangat didukung oleh minoritas Muslim. “Semua orang di sini senang dengan desain masjid ramah lingkungan,” katanya.

Masjid Norderstedt kerap dilihat sebagai bukti sukses integrasi Muslim di Jerman. “Di masa depan setiap orang akan tumbuh bersama, dan dalam 50 sampai 100 tahun kita telah lebih menjadi komunitas yang bersatu,” kata Unyilmaz, yang telah tinggal di Jerman selama 35 tahun terakhir.

Sumber: Guardian

Putar Musik Terlalu Keras, Dua Remaja Dihukum….. Bersihkan Masjid


Pengadilan provinsi Qatif, Arab saudi menjatuhkan hukuman tak biasa pada dua remaja yang memutar musik terlalu keras: membersihkan masjid selama lima hari. Keduanya dinyatakan bersalah karena mereka memutar musik itu berbarengan dengan waktu shalat Jumat.

Di Arab saudi, semua aktivitas harus dihentikan ketika masuk waktu shalat. Polisi syariah akan memastikan semua warga tak ada yang beraktivitas di luar rumah kecuali untuk pergi ke masjid.

Kedua remaja yang berusia sekitar 17 tahun ini wajib membersihkan masjid sejam sehari selama lima hari. Takmir masjid diperintahkan untuk mengawasi keduanya.

Ada dua pelanggaran yang dilakukan keduanya, yaitu tak shalat dan memutar musik yang cukup mengganggu. “Musik itu terlalu nyaring, bahkan terdengar oleh polisi syariah,” ujar hakim.

 

Sumber: www.republika.co.id

Dokumen Wikileaks Hanya Rekayasa untuk Merusak Hubungan Muslim


Dokumen Wikileaks Hanya Rekayasa untuk Merusak Hubungan Muslim

Emir Kuwait, Sheikh Sabah Ahmed al-Sabah, menganggap nota diplomatik milik Amerika Serikat yang dibocorkan Wikileaks sebagai rekayasa untuk menghancurkan hubungan antara negara-negara Islam. Dokumen itu pun ditegaskan tak akan memengaruhi hubungan negara-neagra Arab dengan Iran.

Situs Wikileaks Ahad lalu merilis sekitara 250 ribu dokumen rahasia Ameria Serikat yang beberapa di antaranya menyentuh isu sensitif hubungan antara negara-negara Arab dengan Iran. ”Hubungan antara Republik Islam Iran dan negara Arab sangat penting,” ujarnya dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Manouchehr Mottaki di Kuwait City, Rabu (1/12).

Rekayasa melalui Wikileaks itu ditegaskannya tak akan mengganggu hubungan persaudaraan antara Iran dengan negara-negara Arab. Sheikh Sabah dan Mottaki juga membahas perkembangan isu internasional terbaru dan hubungan kedua negara.

Emir Kuwait menganggap dokumen yang dipublikasikan Wikileaks sebagai perbuatan jahat orang sakit yang ingin merusak hubungan negara-negara di kawasan Teluk. Mottaki berada di Kuwait untuk menghadiri konferensi internasional untuk pembangunan Sudan Timur.

Sebelumnya, Arab Saudi juga telah membantah isi dokumen Wikileaks yang menyebutkan Raja Abdullah mendesak Amerika Serikat untuk menyerang Iran. ”Kerajaan Arab Saudi menolak seluruh klaim tersebut. Ini bukan kali pertama klaim tersebut muncul di media massa,” ujar kuasa usaha Arab Saudi di Teheran seperti dikutp kanto berita Mehr, Selasa (30/11).

Sementara Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menggambarkan dokumen yang dirilis Wikileaks sebagai bagian dari perang psikologi terhadap Iran. ”Pemerintah AS merilis dokumen dan membuat penilaian berdasarkan keinginan mereka sendiri. Itu semua lebih pada perang psikologis dan tak ada dasar hukumnya,” ungkapnya.

 

Sumber: www.republika.co.id

Nicolas Sarkozy Menentang Masuknya 70 Juta Muslim Turki ke Eropa


Nicolas Sarkozy Menentang Masuknya 70 Juta Muslim Turki ke Eropa

Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, bersikukuh menentang masuknya Turki dalam keanggotaan Uni Eropa (UE). Alasan agama menjadi penyebabnya. Dia tak mau 70 juta warga Turki yang beragama Islam masuk menjadi bagian dari Uni Eropa.

Itulah bunyi dokumen diplomasi yang diungkap situs Wikileaks. Dokumen itu dikirim Kedubes AS di Paris pada pertengahan 2007. Pada Juni 2007, Sarkozy menggelar pertemuan dengan Presiden AS saat itu, George W Bush. Kala itu, AS ingin mengubah pendirian Sarkozy agar mau menerima masuk menjadi bagian dari UE.

Namun Sarkozy menolak permintaan itu dengan alasan penolakan tersebut sudah menjadi kebijakan luar negerinya. Apapun konsekuensinya, dia tetap akan menjegal Turki. Dia ingin Turki tetap berada di luar UE. ”Dia menolak membawa 70 juta Muslim (Turki) ke Eropa.”

Menurut dokumen rahasia itu, AS berusaha membujuk Sarkozy untuk membuka pintu negosiasi untuk memproses keanggotaan Turki di UE.

 

Sumber: www.republika.co.id