Waktu dan Tempat Terlarang Mengerjakan Sholat


Ada waktu-waktu tertentu yang dilarang melaksanakan shalat di dalammya antara lain:

  1. Sesudah shalat Shubuh sampai terbitnya matahari
  2. Sesudah shalat Ashar sampai terbenam matahari (HR. Bukhari Muslim)
  3. Pada saat terbit matahari sampai matahari naik setinggi tombak
  4. Waktu istiwak (matahari tepat berada di tengah langit) sampai tergelincirnya matahari
  5. Pada saat matahari akan tenggelam sampai tenggelam sempurna (HR. Muslim)

Tetapi ada pengecualiannya diantara waktu-waktu diatas dikecualikan tiga keadaan berikut yang mana tetap diperbolehkan shalat antara lain:

1. Qadha’ (menebus) shalat karena lupa/tertidur. Maka qadha’ dapat dilakukan kapanpun ketika teringat/terbangaun. Begitu pula karena adanya hal-hal tertentu, misalnya sesudah shalat Ashar, tiba-tiba ada gerhana, maka kita boleh melakukan shalat jenazah atau gerhana sesuda Ashar (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Ketika di Masjidil Haram. Di Masjidil Haram kapanpun boleh melaksanakan shalat (HR. Imam Lima)

3. Ketika matahari tepat berada di tengah-t6engah langit pada hari Jumat tetap boleh melaksanakn shalat (HR. Baihaqi)

Dan adapula tempat-tempat tertentu yang dilarang shalat di dalamnya, antara lain:

1. Di gereja, kuli, candi, pura, kelenteng, wihara, dan lain-lain yang bukan tempat ibadah orang Islam (HR. Ahmad dan Muslim)

2. Di atas kuburan

3. Di tempat pembuangan kotoran hewan

4. Di tempat penyembelihan hewan

5. Di tengah jalan

6. Di tempat binatang berteduh (di dalam kandang hewan)

7. Di dalam pemandian

8. Di atas atap Ka’bah (HR. Ibnu Majah dan lain-lainnya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s