PR Besar FKDT Sukajadi


Alhamdulillah, rally 2 bulan penuh Porsadin Kota Bandung berakhir. Bertempat di Kantor Kementrian Agama Kota Bandung, 29 Kecamatan se-Kota Bandung saling berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Semuanya memberikan kisah tersendiri bagi partisipan yang ikut hadir, dari yang juara hingga yang kalah dari tim yang gembira hingga yang harus rela menelan pil pahit alias menelan kesedihan.

Kecamatan Sukajadi salah satunya. Kontingen-kontingen Kec. Sukajadi belum mampu berbicara banyak di level Kota Bandung. Mayoritas kontingen yang berasal dari DTA Al Hikmah, Nurul Barokah, Nurul Falah, Syi’arul Islam hingga Sa’adaturrohman berguguran satu-persatu. Berbekal persiapan yang minim, mereka harus angkat koper lebih awal.

Namun, dibalik itu semua ada hikmah tersembunyi tentunya. Peer buat kedepannya bagi FKDT Sukajadi untuk lebih giat lagi mengasah skill dan kemampuan anak didiknya dapat berkompetisi di level yang lebih tinngi lagi. Satu hal yang patut diacungi jempol adalah semangat para santri kontingen Sukajadi yang tak kenal lelah dan mendapatkan pengalaman yang bagus buat ke depannya.

Semoga Porsadin tahun depan bisa berprestasi lagi.

Aamiin…

Semangaaat!!!

Kontingen Futsal Kec. Sukajadi

Kontingen Futsal Kec. Sukajadi

Lari Sprint Porsadin Kota Bandung

Lari Sprint Porsadin Kota Bandung

Sholat Hadiyah untuk Mayit


Kematian bagi makhluk hidup adalah suatu kemestian. Meskipun berbeda cara dan penyebabnya sakit, tua, kecelakaan, dan seterusnya. Jasadnya pun, bisa dimana saja, atau musnah sama sekali tanpa bekas. Kematian lambat atau cepat adalah mutlak bagi makhluk termasuk manusia.

Manusia adalah makhluk yang terbebani tanggung jawab dalam hayatnya, terutama terhitung sejak baligh. Perbuatan manusia akan dibalas menurut baik dan buruknya. Pertanggungjawaban mereka akan dihisab kelak di hari Kiamat. Allah sebagai hakim yang adil, takkan keliru dalam menghitung dan mengadili amal setiap orang. Namun, sebelum pembalasan hari Kiamat, nikmat dan siksa kubur benar adanya. Manusia yang telah terpisah jiwa dari raganya, akan didatangi malaikat untuk pertanyaan tentang Tuhan, rasul, pedoman hidup dan seterusnya. Malaikat ini akan bersikap sesuai perintah, menyiksa dan memberikan nikmat bagi mayit.

Manusia kecuali para rasul, dalam hidupnya tak lepas dari dosa. Dosa inilah yang lalu mesti ditebus dengan siksa kubur oleh yang bersangkutan. Jerit pedih mereka yang sudah mati memang tak didengar oleh manusia yang hidup. Dalam keterangan Rasulullah, hanya hewan hidup lah yang mendengar jeritan mayit yang tersiksa. Mayit pun harus menanggung kelakuan buruknya di dunia. Mereka hanya bisa menerima siksa tanpa bisa melakukan sesuatu apapun.

Mengingat itu, kita yang masih hidup mesti mengambil satu langkah agar dapat meringankan siksa kubur mayit. Lebih istimewa lagi, kita lakukan terhadap orang yang kita kenal, cintai atau yang sangat berjasa dalam kehidupan kita, orang tua, guru, atau kiai.

Diantaranya dengan memberikan hadiah kepada Baca lebih lanjut

Adzan Jum’at Dua Kali


Adzan shalat pertama kali disyari’atkan oleh Islam adalah pada tahun pertama Hijriyah. Di zaman Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar bin Khathab mengumandangkan adzan untuk shalat Jum’at hanya dilakukan sekali saja. Tetapi di zaman Khalifah Utsman bin Affan RA menambah adzan satu kali lagi sebelum khatib naik ke atas mimbar, sehingga adzan Jum’at menjadi dua kali.

Ijtihad ini beliau lakukan karena Baca lebih lanjut