Putar Musik Terlalu Keras, Dua Remaja Dihukum….. Bersihkan Masjid


Pengadilan provinsi Qatif, Arab saudi menjatuhkan hukuman tak biasa pada dua remaja yang memutar musik terlalu keras: membersihkan masjid selama lima hari. Keduanya dinyatakan bersalah karena mereka memutar musik itu berbarengan dengan waktu shalat Jumat.

Di Arab saudi, semua aktivitas harus dihentikan ketika masuk waktu shalat. Polisi syariah akan memastikan semua warga tak ada yang beraktivitas di luar rumah kecuali untuk pergi ke masjid.

Kedua remaja yang berusia sekitar 17 tahun ini wajib membersihkan masjid sejam sehari selama lima hari. Takmir masjid diperintahkan untuk mengawasi keduanya.

Ada dua pelanggaran yang dilakukan keduanya, yaitu tak shalat dan memutar musik yang cukup mengganggu. “Musik itu terlalu nyaring, bahkan terdengar oleh polisi syariah,” ujar hakim.

 

Sumber: www.republika.co.id

Iklan

Dokumen Wikileaks Hanya Rekayasa untuk Merusak Hubungan Muslim


Dokumen Wikileaks Hanya Rekayasa untuk Merusak Hubungan Muslim

Emir Kuwait, Sheikh Sabah Ahmed al-Sabah, menganggap nota diplomatik milik Amerika Serikat yang dibocorkan Wikileaks sebagai rekayasa untuk menghancurkan hubungan antara negara-negara Islam. Dokumen itu pun ditegaskan tak akan memengaruhi hubungan negara-neagra Arab dengan Iran.

Situs Wikileaks Ahad lalu merilis sekitara 250 ribu dokumen rahasia Ameria Serikat yang beberapa di antaranya menyentuh isu sensitif hubungan antara negara-negara Arab dengan Iran. ”Hubungan antara Republik Islam Iran dan negara Arab sangat penting,” ujarnya dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Manouchehr Mottaki di Kuwait City, Rabu (1/12).

Rekayasa melalui Wikileaks itu ditegaskannya tak akan mengganggu hubungan persaudaraan antara Iran dengan negara-negara Arab. Sheikh Sabah dan Mottaki juga membahas perkembangan isu internasional terbaru dan hubungan kedua negara.

Emir Kuwait menganggap dokumen yang dipublikasikan Wikileaks sebagai perbuatan jahat orang sakit yang ingin merusak hubungan negara-negara di kawasan Teluk. Mottaki berada di Kuwait untuk menghadiri konferensi internasional untuk pembangunan Sudan Timur.

Sebelumnya, Arab Saudi juga telah membantah isi dokumen Wikileaks yang menyebutkan Raja Abdullah mendesak Amerika Serikat untuk menyerang Iran. ”Kerajaan Arab Saudi menolak seluruh klaim tersebut. Ini bukan kali pertama klaim tersebut muncul di media massa,” ujar kuasa usaha Arab Saudi di Teheran seperti dikutp kanto berita Mehr, Selasa (30/11).

Sementara Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menggambarkan dokumen yang dirilis Wikileaks sebagai bagian dari perang psikologi terhadap Iran. ”Pemerintah AS merilis dokumen dan membuat penilaian berdasarkan keinginan mereka sendiri. Itu semua lebih pada perang psikologis dan tak ada dasar hukumnya,” ungkapnya.

 

Sumber: www.republika.co.id

Nicolas Sarkozy Menentang Masuknya 70 Juta Muslim Turki ke Eropa


Nicolas Sarkozy Menentang Masuknya 70 Juta Muslim Turki ke Eropa

Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, bersikukuh menentang masuknya Turki dalam keanggotaan Uni Eropa (UE). Alasan agama menjadi penyebabnya. Dia tak mau 70 juta warga Turki yang beragama Islam masuk menjadi bagian dari Uni Eropa.

Itulah bunyi dokumen diplomasi yang diungkap situs Wikileaks. Dokumen itu dikirim Kedubes AS di Paris pada pertengahan 2007. Pada Juni 2007, Sarkozy menggelar pertemuan dengan Presiden AS saat itu, George W Bush. Kala itu, AS ingin mengubah pendirian Sarkozy agar mau menerima masuk menjadi bagian dari UE.

Namun Sarkozy menolak permintaan itu dengan alasan penolakan tersebut sudah menjadi kebijakan luar negerinya. Apapun konsekuensinya, dia tetap akan menjegal Turki. Dia ingin Turki tetap berada di luar UE. ”Dia menolak membawa 70 juta Muslim (Turki) ke Eropa.”

Menurut dokumen rahasia itu, AS berusaha membujuk Sarkozy untuk membuka pintu negosiasi untuk memproses keanggotaan Turki di UE.

 

Sumber: www.republika.co.id

Diam-diam Gaddafi Bawa Dua Supermodel Menjadi Mualaf


Buku harian perjalanan supermodel asal Roma yang jatuh ke publik menguak satu rahasia:  “wisata budaya” yang diatur oleh pemimpin Libya, Kolonel Muammar Gaddafi, adalah untuk membuka wawasan mereka akan Islam. Model yang mengidentifikasikan diri sebagai Maria, 28 tahun ini, mengaku pada Observer kebenaran isi buku harian itu. Dia ada dalam romobongan wisata yang dimaksud.

Menurutnya,  perjalanan mewah ke padang pasir Libya dilangsungkan pada bulan Oktober setelah dia direkrut untuk tur oleh agensi Hostessweb yang berbasis di Roma. Dalam buku harian itu disebutkan, wisata diikuti 19 supermodel dunia, masing-masing menerima uang saku 3.000 euro.

Kata Maria, hubungan Gaddafi dengan Italia memang sangat bagus. Bahkan, Gaddafi kerap dielu-elukan sebagai “saudara jauh” oleh warga sebuah desa di pinggiran Roma. “Setahu saya, sudah enam perjalanan wisata model yang dihajat atas prakarsa Kolonel (Gaddafi),” ujarnya.

Ada salah satu di antara enam kunjungan itu dalam rangka “mencomblangi” seorang model dengan kemenakannya. Tapi ada juga yang bermotif agama, katanya. “Dia bertanya apakah ada di antara kami tertarik untuk menjadi Muslim. Itu dilakukan setelah di hari terakhir setelah kami tur. Kami semua saling memandang dan kemudian, luar biasa, dua gadis di antara kami bangkit, sesuatu yang saya tidak pernah berpikir mereka akan lakukan,” tulis Maria. Ia menambahkan, menjadi mualaf adalah “bonus” bagi perjalanan mereka.

Selain mengunjungi tempat-tempat menarik di Libya, katanya, ada juga sesi mendengar Gaddafi berceramah. Biasanya, maretinya adalah tentang keistimewaan ajaran Islam dan budayanya.

Ia menceritakan, setibanya di Tripoli pada bulan Oktober, mereka langsung menikmati tur selama seminggu diantar langsung oleh pembantu Gaddafi. Mereka mengunjungi tempat-tempat bersejarah, rumah sakit modern, hingga akademi polisi wanita, hal yang menunjukkan Islam tak membatasi ruang gerak perempuan.

Tur kemudian pindah ke tenda pemimpin Libya itu di padang pasir. Ya, gaddafi memang tinggal di tenda, bukan di istana yang megah.

“Mereka menempatkan kami dalam mobil pemerintah menuju tenda Gaddafi,” tulis Maria. “Sekitar 30 km dari Sirte ada gerakan dan lampu di tengah-tengah dan kita dihentikan oleh orang bersenjata lengkap. Setelah diperiksa, kami diizinkan masuk,” ujarnya. Di sana, ada dua tenda besar — salah satunya tempat Gaddafi tinggal —  beberapa van kemping berfungsi sebagai toilet, generator besar yang berisik, dan ratusan unta,” katanya.

Setelah sejam menunggu, Gaddafi muncul. “ia pulang berburu, berpakaian sangat santai dalam setelan kulit berkerut dan dengan rambut yang kacau. Kita senyum lebar, kami bertepuk tangan dan ia duduk di sebuah kursi plastik. Setelah melihat foto-foto perjalanan mereka, Gaddafi mulai bertutur tentang Islam.

“Dia mengatakan sebagian besar Eropa akan berubah dengan masuknya Turki ke dalam Uni Eropa … bahwa kita harus menerima keyakinan Muhammad karena Kristus meramalkan bahwa seorang nabi akan datang setelah dia mangkat,” ujarnya.

Dalam momen inilah, dua supermodel itu bangkit dan menyatakan ingin menjadi Muslim. “Kami tak menduga. Sungguh kami terkejut dengan keputusan kedua teman ini,” tambah Maria.

Salah satu yang kemudian menjadi Muslim dalam tur model bukan Maret 2010 — jauh sebelum Maria — diketahui bernama Rea Beko, 27 tahun, seorang model dari sebuah rumah mode ternama. Ia berasal dari Albania dari keluarga Kristen Ortodoks yang tinggal di Roma.

Namun, berita soal Islamisasi di antara supermodel yang dilakukan Gaddafi dibantah Alessandro Londero, salah satu penyelenggara perjalanan. “Ini semua tentang melihat kondisi sosial dan budaya Libya,” katanya. “Tak usah jauh-jauh di Libya, di sini di Roma pun kami  telah mengirim puluhan gadis untuk mengikuti kursus bahasa Arab di lembaga budaya Libya. Apakah ini juga bentuk Islamisasi?”

Ia mengakui memang ada model yang menjadi mualaf. Jumlahnya juga tak hanya dua, katanya, tapi antara tujuh hingga depalan orang. Karena alasan profesi, mereka memilih untuk menyempunyikan keyakinan barunya.

 

Sumber: www.republika.co.id