Spirit Qurban


Segala yang diciptakan Allah pasti memiliki tujuan agung. Tidak ada syariat yang ditetapkan kecuali ada hikmah dan maqasid syariah (tujuan) di baliknya. Di antara keutamaan penyembelihan kurban pada hari Nahar dan Tasyrik adalah: Pertama, pengampunan dari Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah  SWT, Tuhan semesta alam.” (HR Abu Daud  dan at-Tirmizi).

Kedua, mendapat keridaan Allah. Ibnu Juraij meriwayatkan bahwa dulu orang-orang jahiliyah berkurban dengan daging dan darah unta yang dipersembahkan untuk Ka’bah. Maka, para sahabat mengadu kepada Rasulullah SAW seraya berkata, “Kita lebih berhak dalam berkurban.” Dari peristiwa ini turunlah ayat, “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS al-Hajj [22]: 37).

Ketiga, menyembelih kurban adalah amalan yang paling dicintai Allah pada Hari Raya Idul Adha. Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan orang-orang yang melaksanakan ibadah kurban. “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah  dari Bani Adam ketika Hari Raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban.” (HRTirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim).

Keempat, hewan kurban sebagai saksi di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah  hewan kurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir ke tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim).

Kelima, mendapatkan pahala yang besar. Pahala yang amat besar, yakni diumpamakan seperti banyaknya bulu dari binatang yang disembelih. Hal ini merupakan penggambaran tentang betapa besarnya pahala berkurban. Hal ini dinyatakan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Pada tiap-tiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Selain keutamaan di atas, kita juga mendapati spirit dalam berkurban. Adapun yang harus kita teladani dalam berkurban adalah pertama, menghidupkan sunah Nabi Ibrahim AS. Allah SWT berfirman, “Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): ‘Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif.’ Dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” (QS an-Nahl [16]: 123).

Kedua, belajar sabar dan taat menunaikan perintah Allah. Kisah antara Nabi Ibrahim dan Ismail AS menggambarkan nilai tersebut. (QS ash-Shaffat [37]: 102-111).

Ketiga, menebarkan kepedulian dan kasih sayang kepada karib kerabat dan umat manusia secara umum. Keempat, sebagai rasa syukur atas nikmat-nikmat Allah yang tak terhitung. Seperti nikmat iman, nikmat Islam, kehidupan, kesehatan, dan keluasan rezeki. (QS 14:34). Empat spirit kurban ini bila diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa akan membawa kestabilan dalam semua segi kehidupan.

By: Achmad Satori Ismail

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s